Home » Pedoman » Timbunan Jalan Pendekat Jembatan (Oprit)

Timbunan Jalan Pendekat Jembatan (Oprit)

April 12th, 2009 Pedoman

Timbunan Jalan PendekatTimbunan jalan pendekat jembatan yaitu segmen yang menghubungkan konstruksi perkerasan dengan kepala jembatan. Adalah merupakan segmen sepanjang jalan yang dibatasi oleh lebar, tinggi tertentu sesuai alinyemen horizontal, alinyemen vertikal dan besarnya kelandaian melintang berdasarkan gambar rencana. Timbunan jalan penekat mulai dari ujung perkerasan jalan melalui transisi kelandaian sampai kepala jembatan sesuai ketentuan DAMIJA yang merupakan bagian dari DAMAJA.

Timbunan jalan pendekat sebagai pondasi dasar yang mendukung lapis pondasi bawah. Apabila lapis pondasi bawah tidak ada maka lapisan tanah dasar mendukung langsung timbunan, timbunan jalan pendekat mempunyai kekuatan dan keawetan tertentu.

Dalam penentuan tebal timbunan nilai CBR dapat dikorelasi terhadap daya dukung tanah (DDT). Tinggi timbunan harus dipertimbangkan terhadap adanya bahaya longsor, sebaiknya pada lahan mencukupi dibuat kelandaian lereng alami dan apabila tidak mencukupi harus dibuat konstruksi penahan tanah. Timbunan harus dipadatkan lapis demi lapis sesuai ketentuan kepadatan lapisan.

Timbunan jalan pendekat harus direncanakan sedemikian rupa sehingga mendukung terhadap kekuatan dan kestabilan konstruksi kepala jembatan. Khusus untuk timbunan jalan pendekat dengan timbunan tanah yang tinggi, konstruksi penahan tanah sangat diperlukan agar badan jan tidak longsor.

Pertimbangan perencanaan timbunan jalan pendekat terhadap alinyemen horizontal harus direncakan sesuai dengan keamanan lalu lintas dan perpanjangan jembatan terhadap sungainya. Pertimbangan jalan pendekat terhadap alinyemen vertikal tergantung pada muka air tinggi, muka air banjir dan kelandaian memanjang yang sebaiknya tidak melebihi 5%.

Permasalahan utama pada timbunan jalan pendekat yaitu sering terjadinya penurunan atau deformasi pada ujung pertemuan antara struktur perkerasan jalan terhadap ujung kepala jembatan. Hal ini disebabkan karena:

    • Pemadatan yang kurang sempurna pada saat pelakasanaan, akibat tebal pemadatan tidak mengikuti ketentuan pelaksanaan atau kadar air optimum tidak terpenuhi.
    • Karena air mengalir keluar, dimana terjadi kapilerisasi pada lapisan atau kelurusan air melalui saluran drainase sehingga ada perubahan tegangan efektif.
    • Pemadatan lapisan timbunan jalan pendekat yang berlebih, dimana terjadi perubahan kadar air yang mengakibatkan pengembangan lapisan tanah yang dapat mendesak permukaan perkerasan ke atas.

Dalam mekanika tanah telah diketahui tanah timbunan jalan pendekat atau tanah pondasi sebagai material isotropis mempunyai dua sufat fisik yaitu:

    • indeks fisik seperti kadar air (w), massa jenis , batas cair (LL), indeks plastis (PI), batas susut (SL) dan lain-lain.
    • sifat kohesif (c ), indekss kompresibilitas (Cc) dan permeabilitas (k).

Masalah keseimbangan atau stabilitas ditentukan oleh kondisi beban pada tanah dan struktur diatasnya. Sedang masalah deformasi memerlukan perhitungan yang cermat untuk mengetahui besar distribusi tegangan yang ditimbulkan oleh beban struktur terhdap tanah dan berapa besar daya dukung tanah daar yang dapat menhan struktur diatasnya atau bagaimana pengaruh tinggi timbunan terhadap penurunan, longsor dan deformasi kepala jembatan.

Selanjutnya masalah drainase sangat erat keterkaitannya dengan stabilitas maupun deformasi. Kejadian yang sering antara ujung perkerasan baik aspal beton maupun pelat lantai beton yang berdekatan dengan kepala jembatan adalah penurunan dan konsolidasi struktur akibat material pengganti atau oleh tanah dasarnya.

Untuk mengeliminir penurunan pada kepala jembatan adalah dengan menggali pada tanah kritis atau labil umumnya di daerah rawa dan menggantinya dengan material pilihan sehingga material timbunan akan lebih cepat memadat. Penggunaan material ringan untuk mengurai berat timbunan sehingga penurunan dan stabilitas dapat ditekan.

Dan bagaimana merencanakan tinggi timbunan jalan pendekat? Dapat dipelajari lebih jauh di Pedoman Konstruksi dan Bangunan Pd T-11-2003 disini.

Share this post to your friends!
facebook
twitter
stumbleupon
Delicious
reddit
Digg

Comment for Timbunan Jalan Pendekat Jembatan (Oprit)

Trackbacks

  1. Tanah Dasar Jalan | aryapersada.com
  2. Tanah Dasar Jalan





Related Post to Timbunan Jalan Pendekat Jembatan (Oprit)

Tips Membeli Keramik

July 15, 2013
Jika akan membeli keramik dipasaran akan menjumpai harga yang sangat bervariasi mulai dari puluhan ribu per m2 hingga ratusan ribu per m2. Hal ini...

Perhitungan harga satuan pekerjaan kayu

July 2, 2010
Standar ini merupakan hasil revisi SNI 03-3434-2002, Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan kayu untuk bangunan gedung, yang disesuaikan dengan keadaan di Indonesia dengan...

Tips Menghias Langit-Langit Kamar

November 2, 2010
Tips Menghias Langit-Langit Kamar dengan Kerlap kerlip Sinar Bintang di Malam Hari. Adalah Markus Watts dengan pengalamannya sejak tahun 1995 berkreasi dengan menghias langit-langit...

Harga Satuan Dalam Proyek

October 13, 2013
Apabila ingin membangun rumah, kita pasti ingin membuat RAB atau Rencana Anggaran Biaya. Dalam rencana anggaran biaya tersebut, dicantumkan berbagai estimasi biaya yang akan...