Home » Pedoman » Sistem Drainase Jalan

Sistem Drainase Jalan

August 15th, 2009 Pedoman

Sistem drainase merupakan serangkaian bangunan air yang berfungsi untuk mengurangi dan atau membuang kelebihan air dari suatu kawasan ke badan air (sungai dan danau) atau tempat peresapan buatan.

Dalam merencanakan sistem drainase jalan berdasarkan pada keberadaaan air permukaan dan bawah permukaan, sehingga perencanaan drainase jalan dibagi menjadi:

  • drainase permukaan (surface drainage)
  • drainase bawah permukaan (sub surface drainage)

Secara umum, langkah perencanaan sistem drainase jalanPrinsip Umum Hidrologi dan Hidrolika untuk Jalan dan Jembatan dimulai dengan memplot rute jalan yang akan ditinjau di peta topografi untuk mengetahui daerah layanan sehingga dapat memprediksi kebutuhan penempatan bangunan drainase penunjang seperti saluran samping jalan, fasilitas penahan air hujan dan bangunan pelengkap. Dalam merencanakan harus memperhatikan pengaliran air yang ada di permukaan maupun yang ada di bawah permukaan dengan mengikuti ketentuan teknis yang ada tanpa menggangu stabilitas konstruksi jalan.

Sistem drainase permukaan jalan berfungsi untuk mengendalikan limpasan air hujan di permukaan jalan dan juga dari daerah sekitarnya agar tidak merusak konstruksi jalan akibat air banjir yang melimpas di atas perkerasan jalan atau erosi pada badan jalan.

Sistem drainase bawah permukaan bertujuan untuk menurunkan muka air tanah dan mencegah serta membuang air infiltrasi dari daerah sekitar jalan dan permukaan jalan atau air yang naik dari subgrade jalan.

Tipikal drainase jalan

Gambar : Tipikal sistem drainase jalan

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merencanakan drainase permukaan antara lain:

  1.  Plot rute jalan pada peta topografi

Plot rute ini untuk mengetahui gambaran/kondisi topografi sepanjang trase jalan yang akan direncakanan sehingga dapat membantu dalam menentukan bentuk dan kemiringan yang akan mempengaruhi pola aliran.

  2.  Inventarisasi data bangunan drainase.

Data ini digunakan untuk perencanaan sistem drainase jalan tidak menggangu sistem drainase yang sudah ada.

  3.  Panjang segmen saluran

Dalam menentukan panjang segmen saluran berdasarkan pada kemiringan rute jalan dan ada tidaknya tempat buangan air seperti sungai, waduk dan lain-lain.

  4.  Luas daerah layanan

Digunakan untuk memperkirakan daya tampung terhadap curah hujan atau untuk memperkirakan volume limpasan permukaan yang akan ditampung saluran. Luasan ini meliputi luas setengah badan jalan, luas bahu jalan dan luas daerah disekitarnya untuk daerah perkotaan kurang lebih 10 m sedang untuk luar kota tergantung topografi daerah tersebut.

  5.  Koefisien pengaliran

Angka ini dipengaruhi oleh kondisi tata guna lahan pada daerah layanan. Koefisien pengaliran akan mempengaruhi debit yang mengalir sehingga dapat diperkirakan daya tampung saluran. Oleh karena itu diperlukan peta topografi dan survey lapangan.

  6.  Faktor limpasan

Merupakan faktor/angka yang dikalikan dengan koefisien runoff, biasanya dengan tujuan supaya kinerja saluran tidak melebihi kapasitasnya akibat daerah pengaliran yang terlalu luas.

  7.  Waktu konsentrasi

Yaitu waktu terpanjang yang diperlukan untuk seluruh daerah layanan dalam menyalurkan aliran air secara simultan (runoff) setelah melewati titik-titik tertentu.

  8.  Analisa hidrologiPrinsip Umum Hidrologi dan Hidrolika untuk Jalan dan Jembatan dan debit aliran air

Menganalisa data curah hujan harian maksimum dalam satu tahun (diperoleh dari BMG)  dengan periode ulang sesuai dengan peruntukannya (saluran drainase diambil 5 tahun) untuk mengetahui intensitas curah hujan supaya  dapat menghitung debit aliran air.

Sumber:
Perencanaan Sistem Drainase Jalan (Pd-T-02-2006-B) dapat di unduh disini
Departemen Pekerjaan Umum

Share this post to your friends!
facebook
twitter
stumbleupon
Delicious
reddit
Digg

Comment for Sistem Drainase Jalan

  1. ronald // October 13th, 2013 at 9:35 pm

    Ijin copas gambar dan tulisannya ya mas..
    tks





Related Post to Sistem Drainase Jalan

Tanah Dasar Jalan

March 5, 2010
Tanah dasar jalan merupakan pondasi bagi perkerasan baik perkerasan yang terdapat pada alur lalu-lintas maupun bahu. Dengan demikian tanah dasar merupakan konstruksi terakhir yang...

Pekerjaan Konstruksi

December 10, 2012
Pekerjaan Konstruksi adalah pekerjaan yang berhubungan dengan pelaksanaan konstruksi bangunan atau pembuatan wujud fisik lainnya. Yang dimaksud dengan pelaksanaan konstruksi bangunan, meliputi keseluruhan atau...

Peresapan Air untuk Perbaikan Kondisi Lingkungan

February 21, 2011
Perkembangan perumahan dan permukiman yang pesat sering kurang terkendali dan tidak sesuai dengan rencana tata ruang sehingga mengakibatkan banyak kawasan rendah yang semula berfungsi...

Perhitungan harga satuan pekerjaan pondasi

June 28, 2010
Standar Perhitungan harga satuan pekerjaan pondasi ini merupakan hasil revisi SNI 03-2836-2002, Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan pondasi batu belah untuk bangunan sederhana,...