Home » Tata Cara » Menghitung Harga Satuan Untuk Rencana Biaya Pembangunan Gedung

Menghitung Harga Satuan Untuk Rencana Biaya Pembangunan Gedung

June 27th, 2010 Tata Cara

Analisa biaya dalam penyusunan Rencana Anggaran Biaya Pembangunan Gedung selama ini banyak menggunakan Analisa BOW (Burgeslijke Openbare Werken) yang merupakan buku panduan produk zaman penjajahan Belanda tahun 1920-an.

Kadang banyak ditemui hal-hal yang kurang relevan apabila diterapkan pada saat ini, seperti jenis pekerjaan, satuan bahan maupun besaran indeks. Sebagai contoh Pada masa lalu belum mengenal jenis pekerjaan kusen aluminium, pasang lantai keramik sedang saat ini sudah banyak digunakan.

Oleh karena itu sudah saatnya dilakukan penyesuaian baik dari segi jenis pekerjaan, besaran indek maupun satuan bahan supaya dapat mengakomodir kebutuhan saat ini dan memperoleh harga satuan pekerjaanPerhitungan harga satuan pekerjaan plesteran yang lebih reasonable.

Untuk membantu dalam memperkirakan biaya bangunan maka disusun analisa biaya konstruksi yang disahkan sebagai Standar Nasional Indonesia (SNI) yang bertujuan untuk standarisasi  perhitungan dasar harga satuan pekerjaan.

Analisis biaya konstruksi bangunan rumah dan gedung yang berlaku saat ini adalah:

Perhitungan harga satuan pekerjaan tanah (SNI 2835:2008)

Standar ini merupakan hasil revisi SNI 03-2835-2002, Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan tanah, yang disesuaikan dengan keadaan di Indonesia dengan melakukan modifikasi terhadap indeks harga satuan.

Standar ini menetapkan indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan tanah yang dapat dijadikan acuan dasar yang seragam bagi para pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga satuan pekerjaan tanah untuk bangunan gedung dan perumahan.

Jenis pekerjaan tanah yang ditetapkan meliputi :

  • pekerjaan galian tanah biasa dan tanah keras dalam berbagai kedalaman.
  • pekerjaan stripping atau pembuangan humus.
  • pekerjaan pembuangan tanah.
  • pekerjaan urugan kembali, urugan pasir, pemadatan tanah, perbaikan tanah sulit dan urugan sirtu.

Persyaratan umum dalam perhitungan harga satuan mencakup perhitungan harga satuan pekerjaan berlaku untuk seluruh wilayah Indonesia yang berdasarkan harga bahan dan upah kerja sesuai dengan kondisi setempat, spesifikasi dan cara pengerjaan setiap jenis pekerjaan disesuaikan dengan standar spesifikasi teknis pekerjaan yang telah dibakukan.

Persyaratan teknis dalam perhitungan harga satuan pekerjaan terdiri atas pelaksanaan perhitungan satuan pekerjaan harus didasarkan pada gambar teknis dan rencana kerja serta syarat-syarat (RKS).

Perhitungan indeks bahan telah ditambahkan toleransi sebesar 5%-20%, di mana di dalamnya termasuk angka susut, yang besarnya tergantung dari jenis bahan dan komposisi adukan dan jam kerja efektif untuk tenaga kerja diperhitungkan 5 jam perhari.


Sumber :
Tata cara Perhitungan harga satuan pekerjaan tanah untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan (SNI 2835:2008)

Share this post to your friends!
facebook
twitter
stumbleupon
Delicious
reddit
Digg

Leave comment for Menghitung Harga Satuan Untuk Rencana Biaya Pembangunan Gedung





Related Post to Menghitung Harga Satuan Untuk Rencana Biaya Pembangunan Gedung

Tips Membeli Keramik

July 15, 2013
Jika akan membeli keramik dipasaran akan menjumpai harga yang sangat bervariasi mulai dari puluhan ribu per m2 hingga ratusan ribu per m2. Hal ini...

Tips Cara Memasang Keramik

June 10, 2013
Apabila ingin memasang keramik rumah anda sendiri ada baiknya mempelajari langkah-langkah dasarnya cara memasang keramik terlebih dahulu. Dengan demikian anda nantinya akan dapat mewujudkan...

Beragam Istilah Dalam Properti

July 17, 2012
Banyak istilah yang sering digunakan oleh pelaku bisnis dalam dunia investasi properti. Dengan mengetahui istilah-istilah properti, seseorang akan dapat mengerti maksud dari kata-kata tersebut...

Stabilisasi Dangkal Tanah Lunak Untuk Konstruksi Timbunan Jalan (Dengan Semen dan Cerucuk)

May 17, 2009
Stabilisasi tanah dengan menggunakan semen pertama kali dilakukan di Amerika Serikat pada tahun 1935 dan sejak itu penggunaannya berkembang cukup pesat. Pondasi bangunan untuk...