Home » Tata Cara » Perhitungan harga satuan pekerjaan plesteran

Perhitungan harga satuan pekerjaan plesteran

July 1st, 2010 Tata Cara

Standar Perhitungan harga satuan pekerjaan plesteran ini merupakan hasil revisi SNI 03-2837-2002, Analisis Biaya Konstruksi (ABK) Bangunan gedung dan Perumahan Pekerjaan Plesteran, dengan perubahan pada indeks harga bahan dan indeks harga tenaga kerja.

Standar ini menetapkan indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan plesteran yang dapat dijadikan acuan dasar yang seragam bagi para pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga satuan pekerjaan plesteran untuk bangunan gedung dan perumahan.

Jenis pekerjaan plesteran yang ditetapkan meliputi pekerjaan plesteran dalam berbagai ketebalan dan campuran, berapen dan penyelesaian akhir.

Persyaratan umum dalam perhitungan harga satuan meliputi perhitungan harga satuan pekerjaan berlaku untuk seluruh wilayah Indonesia, berdasarkan harga bahan dan upah kerja sesuai dengan kondisi setempat; dan spesifikasi dan cara pengerjaan setiap jenis pekerjaan disesuaikan dengan standar spesifikasi teknis pekerjaan yang telah dibakukan.

Persyaratan teknis dalam perhitungan harga satuan pekerjaan terdiri atas pelaksanaan perhitungan satuan pekerjaan harus didasarkan kepada gambar teknis dan rencana kerja serta syarat-syarat (RKS).

Perhitungan indeks bahan telah ditambahkan toleransi sebesar 5%-20%, dimana di dalamnya termasuk angka susut, yang besarnya tergantung dari jenis bahan dan komposisi adukan; dan jam kerja efektif untuk tenaga kerja diperhitungkan 5 jam perhari.


Sumber :
Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan plesteran untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan (SNI 2837:2008)

Share this post to your friends!
facebook
twitter
stumbleupon
Delicious
reddit
Digg

Leave comment for Perhitungan harga satuan pekerjaan plesteran





Related Post to Perhitungan harga satuan pekerjaan plesteran

Desain Konstruksi Atap Baja Ringan

July 17, 2014
Dalam mendesain konstruksi atap baja ringan banyak variabel yang digunakan untuk mendesainnya. Semakin lengkap data yang ada akan membantu dalam proses perencanaannya. Proses desain...

Dinding Batu Bata

September 27, 2012
Dinding dari pasangan batu bata umumnya dibuat dengan ketebalan ½ batu dan minimal setiap jarak 3 m diberi kolom praktis sebagai pengikat dan penyalur...

Perhitungan harga satuan pekerjaan besi dan aluminium

July 3, 2010
Standar ini merupakan hasil revisi dari RSNI T-16-2002 Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan besi dan aluminium. Standar ini menetapkan indeks bahan bangunan dan...

Pedoman Studi Kelayakan Proyek Jalan dan Jembatan

March 30, 2009
Maksud dan tujuan pedoman studi kelayakan proyek jalan dan jembatan ini adalah untuk mengatur tindak lanjut dan menganalisis secara lebih rinci alinyemen pada koridor...