Home » Transportation » Konstruksi Jalan di Tanah Gambut (2)

Konstruksi Jalan di Tanah Gambut (2)

March 24th, 2009 Transportation

jalan-gambut-2Areal gambutKonstruksi Jalan di Tanah Gambut yang luas untuk konstruksi jalanKonstruksi Jalan di Tanah Gambut, biasanya dengan cara memperbaiki areal tersebut. Dengan cara dikupas atau digali, kemudian galian tersebut diisi dengan lapisan tanah atau pasir yang lebih baik. Dimana tanah yang telah diganti tersebut dipampatkan dengan diberi beban diatasnya berupa tumpukan pasir atau tanah selama jangka waktu tertentu.

Untuk mempercepat pemampatan lapisan tanah, ada beberapa cara yang dilakukan yaitu ada yang menggunakan tiang pasir (vertical sand drainKonstruksi Jalan di Tanah Gambut) yang dipasang pada setiap jarak tertentu. Ada juga yang menggunakan sejenis bahan sintetis yang dipasang vertical juga yang jaraknya tergantung kebutuhan yang dikenal dengan vertical wick drainKonstruksi Jalan di Tanah Gambut. Penggunaan vertical wick drain ada yang ditambah dengan bantuan pompa vakum untuk mempercepat proses pemampatan tanah. Semua hal ini dilakukan untuk mengeluarkan air dan udara yang mengisi pori-pori pada lapisan tanah. Proses pemampatan tanah ini ada juga yang menggunakan sistem yang disebut dynamic consolidation yaitu dengan cara menjatuhkan beban yang berat kelapisan tanah yang akan dipampatkan.

Untuk areal yang tidak luas, pondasi untuk equipment ada yang langsung membangun pondasinya seperti pondasi cakar ayamKonstruksi Jalan di Tanah Gambut. Setelah pondasi terpasang baru kemudian diberi beban diatasnya berupa tumpukan pasir atau tanah supaya terjadi pemampatan sampai yang diinginkan. Kemudian dibangun konstruksi jalan yang ingin dipasang diatasnya.

Cara yang murah adalah dengan memakai dolkenKonstruksi Jalan di Tanah Gambut atau bambu berukuran diameter sekitar 8 cm dan panjang antara 4 – 6 meter yang dipancang dengan jarak tergantung kebutuhan biasanya sekitar 30 – 40cm.

Sistem Pondasi untuk tanah lunak menggunakan metoda Pondasi Rakit (raft foundationKonstruksi Jalan di Tanah Gambut) yaitu Pondasi Sarang Laba-Laba. Pondasi sarang laba-laba bertujuan untuk memperlakukan sistem pondasi itu sendiri dalam berinteraksi dengan tanah pendukungnya.

Semakin fleksibel suatu pondasi maka semakin tidak merata tegangan tanah yang timbul, sehingga terjadi konsentrasi tegangan di daerah beban terpusat. Sebaliknya semakin kaku pondasi maka akan semakin terdistribusi merata tegangan tanah yang terjadi yang dengan sendirinya effective contact area pondasi tersebut akan semakin besar dan tegangannya akan semakin kecil.

Pondasi sarang laba-laba ini memiliki kedalaman antara 1 – 1.5 meter. Terdiri dari pelat rib vertical yang berbentuk segitiga satu sama lainnya. Di antara ruang segitiga tersebut diisi material tanah pasir/sirtu yang dipadatkan. Kemudian di atas pelat tersebut di cor pelat beton dengan tebal 150 – 200 mm. Konstruksinya cukup sederhana dan cepat dilaksanakan serta ekonomis.

Cara lain yang selama ini dipakai pada pembuatan jalan adalah pemakaian kanoppel atau galar kayu sebagai perkuatan tanah dasar pada pembuatan jalan diatas tanah gambut cukup besar. Banyaknya pembangunan jalan yang selama ini dikerjakan dengan memakai kanoppel tidak lepas dari pertimbangan ekonomis mengingat fungsi jalan raya selalu berkaitan dengan dimensi panjang yang melibatkan bahan perkerasan dengan jumlah yang cukup banyak.

Alternatif lain untuk meningkatkan perkuatan tanah dasar yaitu dengan pemakaian geotextileKonstruksi Jalan di Tanah Gambut dapat memberikan pertimbangan lain secara ekonomis dan struktur. Geotextile merupakan suatu bahan geosintetik yang berupa lembaran serat sintetis tenunan dan tambahan bahan anti ultraviolet. Geotextile ini mempunyai berat sendiri yang relatif ringan. Akan tetapi mempunyai kekuatan tarik yang cukup besar untuk menerima beban diatasnya. Keunikan utama geotextile adalah konsistensi kualitas sebagai produk industri permanen dan sangat kompetitif dalam harganya. Namun relatif mudah dan murah penerapannnya untuk perkuatan tanah dasar, serta hasil akhir yang memiliki kelebihan antara lain:

  • Menjaga penurunan tanah dasar yang lebih seragam.
  • Meningkatkan kekuatan tanah dasar dan memperpanjang umur sistem.
  • Mengurangi ketebalan agregat yang dibutuhkan untuk menstabilkan tanah dasar.

Pemakaian kanoppel dan geotextile ini diharapkan akan memberikan keuntungan antara lain :

  • Memberikan lantai kerja bagi kendaraan konstruksi untuk pelaksanaan penimbunan selanjutnya.
  • Mencegah kontaminasi dan kehilangan material timbunan.
  • Mengurangi volume material timbunan dan biaya.

Dari beberapa pengamatan yang menyimpulkan secara kasar bahwa biaya awal geotextile lebih tinggi dibandingkan dengan pemakain kanoppel atau galar kayu.

Share this post to your friends!
facebook
twitter
stumbleupon
Delicious
reddit
Digg

Comment for Konstruksi Jalan di Tanah Gambut (2)

  1. Pijar // June 30th, 2012 at 1:48 am

    Kang, mau tanya..cara pengerasan jalan untuk jalan tanah gimana ya…?
    bahan untuk pelapisnya apa yang cocok??
    jenis tanahnya ultisol..
    terima kasih





Related Post to Konstruksi Jalan di Tanah Gambut (2)

Drainase Pada Perumahan

February 3, 2011
Sistem drainase pada perumahan berfungsi untuk mengorganisasi sistem instalasi air dan sebagai pengendali keperluan air serta untuk mengontrol kualitas air tanah. Drainase perumahan direncanakan...

Perhitungan harga satuan pekerjaan langit-langit

July 2, 2010
Perhitungan harga satuan pekerjaan plafon ini merupakan hasil revisi SNI 03-2839-2002, Analisa Biaya Konstruksi (ABK) Bangunan Gedung dan Perumahan Pekerjaan Langit-langit, dengan perubahan pada...

Solusi Kondisi Lingkungan Yang Makin Kritis

June 15, 2011
Solusi Kondisi Lingkungan Yang Makin Kritis untuk bidang konstruksi. Mungkin Anda telah mengetahui dan menyadari bagaimana kritisnya kondisi lingkungan sekitar kita sekarang. Hutan-hutan di...

Dinding Batu Bata

September 27, 2012
Dinding dari pasangan batu bata umumnya dibuat dengan ketebalan ½ batu dan minimal setiap jarak 3 m diberi kolom praktis sebagai pengikat dan penyalur...