Home » Transportation » Gambut (extremely low bearing capacity)

Gambut (extremely low bearing capacity)

March 9th, 2009 Transportation

areal-gambutGambutKonstruksi Jalan di Tanah Gambut (peat,moor,mire,fen) adalah tanah lunak organik yang mempunyai daya dukung yang sangat rendah. Gambut mengandung bahan organik lebih dari 30%.  Sebagai campuran dari fragmen dan material organik yang berasal dari tumbuh-tumbuhan yang telah mati, lapuk dan membusuk.

Proses pembentukannya dipengaruhi oleh  iklim, hujan, pasang-surut, jenis tumbuhan rawa, bentuk topografi, jenis dan jumlah biologi yang melakukan dekomposisi, serta lamanya proses dekomposisi tersebut berlangsung.

Klasifikasi Tanah Gambut :
Berdasarkan faktor pembentukannya (Polak ,1961):

  • Gambut Ombrogen; terbentuk dari sisa-sisa hutan seperti di Sumatra, Kalimantan dan Papua.
  • Gambut Topogen; terbentuk dalam depresi topografi rawa seperti Rawa Pening, Jatiroto, Tanah payau Deli.
  • Gambut Pegunungan; terbentuk pada depresi-depresi daerah pegunungan yang tidak aktif (kawah yang merupakan rawa) seperti  Gunung Papandayan, dataran tinggi Dieng.

Berdasarkan batuan induk yang membentuknya (Backman, 1969):

  • Gambut endapan; tanaman yang mudah dihumifikasikan, koloidal, padat dan kenyal.
  • Gambut berserat; berserat, mempunyai kapasitas menahan air tinggi.
  • Gambut kayuan; sisa-sisa pohon, semak atau vegetasi rawa.

Berdasarkan ketebalannya (Noor, 2001):

  • Gambut dangkal kedalaman < 50 – 100 cm
  • Gambut sedang kedalaman 100 –  200 cm
  • Gambut dalam kedalaman 200 – 300 cm
  • Gambut sangat dalam kedalaman > 300 cm

Berdasarkan kematangannya:

  • Fibrik, digolongkan demikian apabila bahan vegetatif aslinya masih dapat diidentifikasikan atau telah sedikit mengalami dekomposisi.
  • Hemik, disebut demikian apabila tingkat dekomposisinya sedang.
  • Saprik, merupakan penggolongan terakhir yang apabila telah mengalami tingkat dekomposisi lanjut.

Kandungan Air dan Batas Cair Tanah Gambut
Semakin tinggi derajat dekomposisinya, kandungan air dan batas cairnya akan makin mengecil. Hal ini disebabkan semakin tinggi proses dekomposisi akan menyebabkan semakin mengecil ruang di dalam partikel serat dan antar partikel serat serta struktur serat gambut akan rusak menjadi bentuk amorf. Sebaliknya, semakin rendah derajat dekomposisi, maka struktur dan ruang antar serat serta struktur serat gambut masih dalam keadaan baik sehingga kondisi endapan gambut tersebut semakin tinggi kandungan air dan batas cairnya.

Bulk Density dan Kandungan Gas Tanah Gambut
Cenderung sangat rendah dan bervariasi, tergantung pada kandungan material organiknya yang dicerminkan pada spesifik gravity, kandungan air, derajat kejenuhan dan perbandingan ruang antar serat (void ratio)
Hasil Pengujian Hobbs (1986) :
– Lempung gambutan; Bulk Density  1 – 1,3 ton/m3
– Gambut Fen; Bulk Density  1,05 – 1,118 ton/m3
– Gambut transisi; Bulk Density  0,88 – 1,1 ton/m3
– Gambut bog; Bulk Density  0,97 – 1,03 ton/m3
Bilamana muka air tanah turun, proses oksidasi terjadi pada endapan gambut dengan menghasilkan karbon dioksida (Noor Endah Mochtar, 1996).

Tanah Gambut secara umumnya memiliki kadar pH yang rendah, memiliki kapasitas tukar kation yang tinggi, kejenuhan basa rendah, memiliki kandungan unsur K, Ca, Mg, P yang rendah dan juga memiliki kandungan unsur mikro (seperti Cu, Zn, Mn serta B) yang rendah pula.

Masalah utama di areal gambut (peat) yang utama adalah sifatnya yang sangat compressible dimana lapisannya akan memiliki potensi penurunan (settlementKonstruksi Jalan di Tanah Gambut) yang sangat besar ketika dibebani di atasnya. Semakin tebal lapisan gambutnya, semakin besar settlement yang dapat terjadi.

Secara teknis tanah gambut tidak baik sebagai dasar konstruksi bangunan karena mempunyai kadar air sangat tinggi, kompresibilitas atau kemampatannya tinggi serta daya dukung sangat rendah (extremely low bearing capacity).

Share this post to your friends!
facebook
twitter
stumbleupon
Delicious
reddit
Digg

Comment for Gambut (extremely low bearing capacity)

  1. KattyBlackyard // June 15th, 2009 at 3:34 pm

    The best information i have found exactly here. Keep going Thank you

Trackbacks

  1. Konstruksi Jalan di Tanah Gambut | aryapersada.com
  2. Stabilisasi Dangkal Tanah Lunak Untuk Konstruksi Timbunan Jalan (Dengan Semen dan Cerucuk) | aryapersada.com





Related Post to Gambut (extremely low bearing capacity)

Perhitungan harga satuan pekerjaan kayu

July 2, 2010
Standar ini merupakan hasil revisi SNI 03-3434-2002, Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan kayu untuk bangunan gedung, yang disesuaikan dengan keadaan di Indonesia dengan...

5 Faktor Memilih Lokasi Usaha

November 30, 2012
Lokasi usaha yang tepat dan strategis memang menentukan kelangsungan usaha. Oleh sebab itu pemilihan lokasi usaha masuk dalam daftar perencanaan yang sangat penting. Berikut...

Lakukan Apa Yang Kita Mampu Tapi Tidak Bagi Orang Lain

March 2, 2009
Jika kita melakukan sesuatu dengan mudah sedangkan menurut orang lain hal itu sulit. Itu menunjukan bahwa ada pasar untuk apa yang telah kita lakukan....

Perhitungan harga satuan pekerjaan besi dan aluminium

July 3, 2010
Standar ini merupakan hasil revisi dari RSNI T-16-2002 Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan besi dan aluminium. Standar ini menetapkan indeks bahan bangunan dan...