Home » Construction Materials » Desain Konstruksi Atap Baja Ringan

Desain Konstruksi Atap Baja Ringan

July 17th, 2014 Construction Materials

konstruksi atap baja ringanDalam mendesain konstruksi atap baja ringan banyak variabel yang digunakan untuk mendesainnya. Semakin lengkap data yang ada akan membantu dalam proses perencanaannya. Proses desain biasanya dengan menggunakan alat bantu khusus atau sofware untuk menghasilkan desain yang sesuai dan efisien.

Gambar kerja akan sangat membantu proses desain, ya meskipun untuk pelaksanaannya nanti dalam memproduksi konstruksi atap baja ringan disesuaikan dengan kondisi lapangan. Wajar jika nantinya ukuran dilapangan akan berbeda dengan gambar kerja, hal ini karena disebabkan faktor situasi lapangan maupun faktor manuasianya.

Berikut variabel-variabel yang digunakan dalam perencanaan konstruksi atap baja ringan:

1. Lebar Bangunan
Lebar bangunan menentukan hasil desain konstruksi atap baja ringan, jarak anatr kuda-kuda, jarak web, ketebalan bahan ataupun penggunaan bahan yang rangkap. Untuk lebar bentang diatas 10 m biasanya menggunakan desain khusus.

2. Jenis Penutup Atap (Genteng)
Jenis penutup atap berpengaruh terhadap perencanaan pembebanan dan harga. Genteng yang berat tentu memerlukan desain yang lebih kuat sehingga koefisien aman yang dipakai desain juga semakin besar. Jenis genteng yang dipakai mempengaruhi harga terutama oleh perbedaan jarak reng untuk setiap jenis genteng.

3. Kemiringan Atap (Sudut Atap)
Faktor estetika biasanya berpengaruh terhadap penentuan kemiringan sudut atap baja ringan. Untuk rumah tinggal umumnya menggunakan sudut 30 – 45 derajat.

4. Beban Tambahan
Beban tambahan ini bisa berupa water heater atau panel surya di atas konstruksi atap baja ringan. Beratnya mencapai 200 kg tentu diperlukan perkuatan khusu di area pemasangan beban tambahan tersebut.

5. Overhang (Tritisan)
Lebar overhang berpengaruh terhadap luasan total bangunan, biasanya overhang dihitung terhadap sisi bangunan yang tidak berbatasan dengan tanah tetangga.

6. Tinggi Bangunan
Tinggi bangunan untuk menentukan harga dasar konstruksi yang berkaitan dengan proses pemasangannya atau tingkat kesulitan pemasangan. Harga produksi untuk pemasangan lantai 1 akan berbeda dengan pemasangan di lantai 2.

7. Lebar Balok Tumpuan
Konstruksi kuda-kuda atap baja ringan bertumpu pada balok untuk mendistribusikan beban yang ditanggung agar didapat hasil yang maksimal. Disarankan balok dibuat serata mungkin agar instalasi konstruksi atapnya maksimal. Lebar balok tumpuan menentukan lebar efektif kuda-kuda.

Share this post to your friends!
facebook
twitter
stumbleupon
Delicious
reddit
Digg

Leave comment for Desain Konstruksi Atap Baja Ringan





Related Post to Desain Konstruksi Atap Baja Ringan

Biopori

May 5, 2015
  Kita sering mendengar istilah biopori atau lubang peresapan. Biopori atau lubang resapan digunakan untuk memperbaiki kondisi lingkungan, mengingat semakin sedikitnya lahan terbuka yang...

Dinding Bata Ringan

July 6, 2012
Dinding  bata ringan adalah dinding bata yang menyerupai beton dan memiliki sifat kuat, tahan air dan api, awet  yang diproduksi di pabrik dengan menggunakan...

Panduan Geoteknik

January 13, 2010
Panduan Geoteknik yang dibuat pada proyek Indonesian Geotechnical Materials and Construction (IGMC) ini dirancang sebagai sebuah studi terhadap tanah lunak dan tanah lapukan tropis...

Drainase Pada Perumahan

February 3, 2011
Sistem drainase pada perumahan berfungsi untuk mengorganisasi sistem instalasi air dan sebagai pengendali keperluan air serta untuk mengontrol kualitas air tanah. Drainase perumahan direncanakan...